2 sisi

 

jenlajil gkbisnga ogy, goetud 2 pganh layn gdlat.. Dan menjadi kuat adalah tugas masing-masing.

Kita harus percaya pada diri sendiri untuk menjadi kuat.

 

-Dari sebuah sisi yang lain

 

  Kendari, 28 Januari 2017

                                                                                                                                         @Rumah Sakit Jiwa,

Hei, Kau kemanakan ilmumu?

Kau kemanakan ilmumu? Kau tau bahaya ghibah, namun lisanmu masih saja dekat2 dengannya

Kau kemanakan ilmumu? Kau tau tiap detik waktumu akan dimintai pertanggung jawaban, tapi masih saja kau buang sia-sia

Kau kemanakan ilmumu? Kau tau betul perintah menundukkan pandangan,tapi masih saja kau tatap lekat yang tak halal kau lihat

Kau kemanakan ilmumu? Kau tau musik itu nyanyian setan namun telingamu terus kau manjakan dengannya

Kau kemanakan ilmumu? Kau tau senyummu* di wajahmu adalah sedekah, namun mengapa masih teramat kikir kau membaginya

Kau kemanakan ilmumu? Kau tau setan bersamamu jika kau berkhalwat, namun mengapa begitu gampang bagimu berdua dengan lawan jenis

Kau kemanakan ilmumu? Kau tau haram bagimu campur baur laki2 perempuan, tapi masih saja kau tenang2 bersama mereka tanpa ada keperluan

Kau kemanakan ilmumu?

Kau simpan di buku catatan?

Atau kau sembunyikan dalam deretan rekaman kajian?

Ataukah kau cukupkan hanya sebagai pengetahuan?

Akhiy, ukhtiy, kemana dirimu yang dulu begitu semangat saat awal mengaji?

Kemana dirimu yang begitu teguh ketika bersama penuntut ilmu din ini?

Kemana idealisme yang telah kau bangun selama ini?

Apakah luntur seiring dengan jiwamu yang futhur?

Apakah menghilang sejalan dengan keistiqamahan yang melayang?

Apakah tertutup dengan dunia yang susah payah kau kejar?

Kemana akhiy? Kemana ukhtiy?

Sudahlah, jangan lagi kau beralasan, tanyalah hati kecilmu,

Kau kemanakan ilmu yang selama ini kau buru,

Sebelum datang masanya kau benar2 ditanya oleh-Nya..

*senyum laki-laki di depan laki-laki | senyum perempuan di depan perempuan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

allahumma inni a’uudzubika min ‘ilmin laa yanfa’ wa min qolbin laa yakhsya’ wa min nafsin laa tasyba’

wa min da’watin laa yustajaabu laha

Ya Allah ya tuhan kami, kami berlindung kepadamu daripada ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah puas da doa yang tidak dikabulkan (H.R. Muslim)

ditulis oleh Adh dho’ifah ila Robbiha

 

sumber : https://takmirohibnusinafkugm.wordpress.com/2014/07/09/hei-kau-kemanakan-ilmumu/

INDIKASI ?

Akhir-akhir ini ada perubahan yang besar tentang topik yang selalu kami bahas ketika bertemu dengan sesama kromosom X yang pada mereka percakapan yang lebih pribadi nyaman untuk didiskusikan alias curhat-curatan.

“Jadi fifit sudah ada yang datang ya ?” seorang kakak bertanya

Ah bukan seperti itu, kan memang harus diilmui sebelum masa itu tiba kak” mencoba menjawab dengan sesantai mungkin.

Ah yang benar ? kalau sudah ada dan sudah ada niat suruh datang saja ke rumah.”

“ kalau saat ini mungkin belum waktunya” dengan sedikit senyuman lebar. Hehe.

Menikah itu memang adalah sebuah ibadah, namun setiap orang punya target masing-masing kapan ingin menjemput niat tersebut. Bukan berarti mengsampingkan ya.

Kalau dalam bidang medis ada yang namanya indikasi, yaitu sesuatu yang dianjurkan segera.

Nah bagi siapa yang sudah memenuhi kriteria, monggo dengan bismillah. 🙂

Dan bagi yang belum, perkuat lagi ya supaya tidak terjebak, cepat selesaikan target, panjatkan doa terbaik,penjagaan yang kuat dan persiapan terbaik. Barakallahu fiyk ^_^.

-Status sy di instagram setahun yang lalu

 

Kebahagiaan yang menular

picsart_1474172818920

Senang rasanya. Melihat dan mengetahui teman-teman lama banyak yang sudah berhijrah.

Senang rasanya . Mengehatui mereka yang pernah saya kagumi, kakak kelas, guru, kini menjadi pribadi-pribadi yang semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Senang rasanya. Mengetahui teman-teman yang dulunya sangat jauh dari agama versi kacamata manusia, kini senyum sapanya begitu indah dalam balut ketaatan.

Ada rasa syukur yang tidak bisa tergambarakan. Ada kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan.

Hidayah dan nimkatnya iman, adalah impian dan harapan bagi setiap muslim.

Mata saya berbinar-binar ketika mendengar cerita tentang pilihan hidup mereka. Hanya do’a dan syukur yang terbesit dalam hati.

Semoga, hidayah yang mereka peroleh. Jalan hidup yang mereka pilih. Kebaikan yang mereka dapatkan bisa menular kepada keluarga mereka, orang-orang terdekat mereka, sahabat-sahanat mereka, yang mengenal mereka ataupun yang tidak, yang merekan kenal ataupun tidak mereka kenal. Juga saya yang pernah mengenal mereka. Barakallahu fiikum.

Semoga Allah bimbing dan istiqmahkan kita di atas kebenaran

(Untuk diriku, yang juga masih terus berproses untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik)

 

Sebuah nasehat

FB_IMG_1471394324979

Seorang kakak yang dewasa menasehati saya, berdoalah tentang seseorang yang tidak hanya menginginkan kebaikan untuk dirimu tetapi juga keluargamu. ~~~

Berbaik sangkalah kepada Allah atas setiap ketetapan-Nya. Dan jangan engkau jadikan dunia sebagi keinginan terbesarmu.

Mendengar nasehat kehidupan adalah bagian terpenting bagi saya saat berdiskusi bersama mereka. Mereka yang dewasa, mereka yang lebih dulu mengarungi kehidupan memiliki banyak pengalaman yang kemudian menjadi sebuah pelajaran yang bijak. Dalam proses curhat-curhatan saya selalu menanti untuk sampai di sesi ini… 🙂

Mendengarkan mereka berkisah mengajarkanmu banyak hal yang tidak kau temui di bangku kuliah. Mungkin bahasa mereka tak baku, terasa begitu polos dan ringan di telingamu yang sudah bertahun-tahun terbiasa dengan teori-teori rumit kedokteran. Baca lebih lanjut

Pulang~

Kadang gelap menjadi indah saat  kita ingin menikmati cahaya.

Kapal laut, angin malam, desiran ombak, dan kerlip lampu dermaga.

~ Buatkan aku sebait syair untuk mengenangmu saat kembali.

#Pelabuhan Kendari, 13 Agustus 2016.

Taman Syurga

Logikanya sebuah kendaraan tentu memerlukan bahan bakar untuk berjalan dan sampai tujuan, jika tidak tentu mogok dan tidak bisa sampai tujuan.

Begitu juga tubuh yang di amanahkan oleh Allah untuk kita gunakan sebaik mungkin melewati perjalan di dunia.

Sudah 3 hari saya mendapat kesempatan dari supervisor untuk istrahat total di rumah. Tubuh juga punya batas limit fit, butuh istrahat. Butuh dicharge.

Sore itu tubuh saya masih lumayan demam, saya yang tidak terbiasa terbaring di atas ranjang seharian, duahari, akhirnya di hari ketiga menjadi sangat gelisah. Tiba-tiba terbesit keinginan untuk keluar. Kemana saja yang bermanfaat, setelah dipikpikir saya memilih untuk menghadiri ta’lim mingguan di masjid abu-bakar depan kampus saya kuliah dulu, salah satu masjid yang sering mengadakan kajian-kajian sunnah yang sering dan teman-teman saya datangi untuk menuntut ilmu atau mencharge keimanan.

Kelelahan setelah melewati kesibukkan dunia dalam memperjuangakn agar apa yang kita lakukan tidak menjauhkan kita dari ketaatan seperti punya nikmat tersendiri yang diselipkan oleh Allah. Agar profesi kita di dunia tidak hanya bermanfat kepada sesama dalam pandangan kita, tapi juga menguntkan di akhirat.

Menjadi salah satu keuntungan memiliki sahabat-sahabat yang selalu mengajak ke arah kebaikan, ketika kita berada dalam fase lemah iman, terwarnai oleh fitnah dunia, maka dengan adanya mereka kita bisa sadar kemana tempat kita kembali. Dan menghadiri majelis ilmu menjadi hal yang candu dan selalu dirindukan. Juga bertemu mereka yang selalu saling mengingatkan dan memotivasi ke arah kebaikan. Sungguh persaudaraan ini terasa indah. Persaudaraan Karena Allah. Ah, saya rindu J !

Hari mulai gelap, biasa kajiannya selesai jam 5 atau lewat beberapa menit. Kami bergegas untuk pulang. Saling bersalaman, bersapa ria bagi mereka yang hanya ketemu sekali yaitu saat kajian saja, atau say hallo sama teman-teman halaqah tarbiyah yang selalu dirindukan, atau cubitin anak-anak ummahat yang imutnya Maasyaa Allah. Kemudian kami pulang ke rumah masing-masing. Dengan warna kesyukuran yang bermacam-macam. Ada yang bersyukur karena Allah berikan nikmat kesehatan padanya, ada juga yang bersyukur atas sakit yang bisa menjadi penggugur dosa-dosanya, ada juga yang bersyukur karena Allah masih menguatkan kakinya untuk menghadiri majelis ilmu. Taman-taman syurga.

Syukur syukur syukur.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” [1]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3001-keutamaan-dan-bentuk-majlis-dzikir.html

 

 

 

rg nglsu dyu

photo

nl jbddbidbbc udvuc gdnc bdci ybe wndiebgwu gbduonwe iof b cuoewvfuc ewb dcipw ehpo

biyevw idgbxien dxouw gfed 7toienf dkelc yifwe8tde jdmklewbdgfiy weg  dionedkb eigdiew

d ljkewh doiehme; flnoduhfinel jhdohfci dbiw euefdb  oinfidoihin ckbw uoeh orien fg;q

dgweugdb jewbdh wgdc; wnefdj vwig ciwejfc ejdbcui gupfhe rinfierbfug eriofnerifbui grefiorh

bcdugbf ebfeu gfigjerb fuergfuih erkfn eugrfu iifhni oghou dhiogn feirhfoir ngiofho ihier hihfin

bcudgu gd njdufi ygeui hqiobfiorgfiq goieb rfou egrtqfeoi brtkewb fugterfhi rbgue ruferbtgei

dgeui grenfjdg ifgytrobgu fugjwbrk jgrkjb whjfloqi uegreui

 

Saya Merindukan sabtu sore. Saya merindukan perjalanan jauh yang melelahkan selepas kuliah di sabtu sore. Saya merindukan lingkaran kecil itu. Saya merindukan “dia”.